Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

Harlah PMII ke-66: Berkarya, Berdampak, Bermakna

Oleh: Angggara Candra Kirana

Enam puluh enam tahun PMII berdiri, itu artinya sudah puluhan generasi kader lahir, tumbuh, lalu mengambil perannya masing-masing. Di momen ini, ada satu pertanyaan yang layak kita renungkan bersama: sebagai kader hari ini, kita ingin meninggalkan arti seperti apa?

Bagi kader PMII rayon SAINTEK, pertanyaan itu terasa semakin relevan. Kita hidup di tengah dunia yang serba cepat, serba digital, dan serba kompetitif. Kita terbiasa dengan logika, angka, eksperimen, dan kode program. Tapi kadang, tanpa kita sadari, kita jadi terbiasa membatasi diri seolah peran kita hanya di situ-situ saja.. Namun, di balik semua itu, sering kali ada satu hal yang terlewat: untuk siapa semua ini kita lakukan?

Padahal, menjadi kader PMII bukan hanya soal keahlian, tapi tentang kesadaran. Kesadaran bahwa ilmu yang sudah kita pelajari tidak boleh berhenti di ruang kelas. Ia harus keluar, menyentuh realitas, dan memberi manfaat. Di titik inilah makna “berkarya, berdampak, dan bermakna” seharusnya kita hidupkan.

Berkarya bagi kader PMII rayon Saintek bukan sekadar menghasilkan sesuatu yang keren secara teknis semata. Lebih dari itu, berkarya adalah tentang keberanian untuk menggunakan ilmu sebagai alat perubahan, untuk mencoba memberi lebih dari sekadar yang diwajibkan. Apa yang sudah kita buat, apa yang sudah kita teliti, apa yang sudah kita ciptakan semuanya harus punya arah. Bukan hanya selesai, tapi juga terasa manfaatnya.

Namun karya tanpa dampak hanya akan jadi arsip. Di sinilah kita perlu jujur: sudahkah apa yang kita lakukan benar-benar menyentuh orang lain? Sudahkah ilmu kita menjawab kebutuhan sekitar? Atau justru kita masih sibuk dengan pencapaian yang hanya kita rasakan sendiri?

Dampak tidak selalu harus besar. Ia bisa sederhana, tapi nyata. Membantu masyarakat memahami teknologi, membuat solusi kecil untuk lingkungan sekitar, atau sekadar membuka ruang diskusi yang mencerdaskan. Yang penting, ada sesuatu yang berubah meski sedikit.

PMII telah lama menanamkan nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan. Tapi nilai itu tidak akan berarti jika hanya kita hafal, tanpa kita jalankan. Kader Saintek punya peluang besar untuk menghidupkan nilai itu lewat cara yang khas melalui ilmu, inovasi, dan cara berpikir yang solutif.

Harlah ke-66 sudah seharusnya menjadi titik bangun. Sudah saatnya kita keluar dari sekadar rutinitas akademik. Tidak cukup hanya jadi mahasiswa yang pintar, tapi juga harus jadi kader yang peka. Tidak cukup hanya bisa menyelesaikan soal, tapi juga harus mampu membaca persoalan. Kita tidak dituntut untuk langsung mengubah dunia. Tapi kita dituntut untuk tidak diam. Karena perubahan selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan kesadaran besar.

Selamat  Harlah PMII ke-66

Saatnya kita berperan dimana kita tidak hanya berkarya, tetapi berdampak, dan benar-benar bermakna.

Posting Komentar

0 Komentar