Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

PMII UIN Walisongo Gelar Aksi Simbolis “Jateng Kelam, Polri Makin Suram”

           

(Foto bersama para aksi di Pertigaan Revolusi Jerakah)

            Semarang, 24 Februari 2025 – PMII Komisariat UIN Walisongo Semarang menggelar aksi simbolis bertajuk “Jateng Kelam, Polri Makin Suram. Evolusi Total Ahmad Ludhfi. Copot Listyo Sigit Prabowo” pada Selasa (24/2/2025) sore di Pertigaan Revolusi Jerakah, Kota Semarang. Aksi dimulai sekitar pukul 16.30 WIB dan diikuti sekitar seratus peserta.

Ketua Komisariat PMII UIN Walisongo Semarang, M. Yusrul Rizanul Muna, menjelaskan bahwa aksi tersebut dilatarbelakangi oleh sejumlah peristiwa yang dinilai mencederai fungsi dan tugas institusi kepolisian melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Salah satu yang disoroti adalah dugaan tindakan represif aparat Brimob terhadap siswa di Maluku yang disebut memicu kemarahan kader PMII. Selain itu, PMII juga menyinggung kasus yang terjadi di wilayah Semarang yang hingga saat ini belum memiliki titik terang.

Dalam aksi tersebut, PMII menyampaikan beberapa tuntutan, antara lain:

1.     Menuntut keras tindakan aparat Brimob yang dinilai tidak sejalan dengan tugas pokok dan fungsi kepolisian.

2.     Mendesak reformasi total institusi kepolisian agar sistem yang ada relevan dengan kondisi saat ini serta mampu mencegah berbagai pelanggaran hukum yang melibatkan oknum aparat.

3.     Menyoroti isu “Jateng Kelam”, termasuk kebijakan kenaikan pajak daerah yang dinilai memberatkan masyarakat, serta mendesak evaluasi terhadap kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah.

4.     Mengkritisi keterlibatan aparat kepolisian dalam program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang dinilai bukan menjadi ranah utama tugas kepolisian.

Seruan aksi tersebut juga memuat tagar dan tuntutan lain, yaitu “Evaluasi Total Ahmad Luthfi” dan “Copot Listyo Sigit Prabowo”.

Bertepatan dengan bulan Ramadan, aksi tersebut dikemas secara simbolis dan lebih kondusif. Pelaksanaan aksi diawali dengan doa bersama kemudian berbagi takjil dan dilanjutkan dengan penyampaian hasil kajian PMII UIN Walisongo kepada masyarakat. “Kami tidak ingin memaksakan kader untuk mengekspresikan secara lantang karena ini bulan Ramadan. Maka ekspresi kami rangkum dalam bentuk doa bersama, berbagi takjil, lalu penyampaian hasil kajian” ujar Yusrul.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dan mengajukan izin kepada kepolisian kota Semarang sebelum pelaksanaan aksi. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kondusivitas serta menghindari gesekan di lapangan.

Yusrul menambahkan, aksi ini menjadi momentum konsolidasi PMII UIN Walisongo Semarang setelah 3 sampai 4 bulan terakhir ini jarang melakukan aksi turun ke jalan secara mandiri.

Ia berharap komisariat PMII UIN Walisongo dapat kembali menjadi poros gerakan mahasiswa di wilayah pantura, khususnya dalam merespons isu-isu sosial dan kebijakan publik yang berkembang di Jawa Tengah.

 

Create by:

Biro Media dan Kepenulisan

PMII Raysa

 

Posting Komentar

0 Komentar